Reaksi Foto Bareng Pelatih Filipina, Rahma Azhari Sebut Buah Dadanya “

Ditulis Desember 21, 2010 oleh dillacandra
Kategori: Gossip

Tags: , ,

FOTO bareng Rahma Azhari dengan Simon McMenemy mengundang reaksi beragam baik pro maupun kontra. Menanggapi komentar di akun twitter-nya, Rahma menyebut payudaranya “Bazooka”.

Entah itu hanya sebuah canda atau bukan, tapi dengan jelas Rahma menyebut kata bazooka saat menjawab pertanyaan dalam akunnya.

“Feel sorry for u, at least my BAZOOKAS are 100% NaTURAL–Maaf saja ya, tapi ‘BAZOOKA’ saya 100 persen asli!!”, jawab adik Ayu Azhari itu dalam akunnya, Senin (20/12).

Tak hanya cibiran, tapi ada juga dukungan yang ditujukan untuk janda anak satu itu. “I follow her because she knows Pasal 34 ayat 1, she got this voice to rakyat jelata, and her BAZOOKAS are 100% real! Yuk!” dukung salah seorang yang mem-follow Rahma.

Dalam foto yang tersebar, Simon yang melingkarkan tangan kanannya ke tubuh Rahma nyaris menyentuh “bazooka” tersebut.

Sumber : http://www.tabloidbintang.com/berita…qbazookaq.html

Sepenggal kisah ” Kakek dan Tabungannya “

Ditulis Agustus 3, 2010 oleh dillacandra
Kategori: Beberapa Kisah Nyata

Tags:

Assalamu’alaikum wr.wb

Shahabat saya yang baik, semoga hari ini menjadi penentu keberhasilan
kita. Melalui
karya dan pahatan sejarah yang kita bekas kan kepada alam semesta. Sehingga
hukum ketertarikan yang nyata ada didunia, meiyakan dalam wujud amin,
terhadap doa dan usaha kita.

Tadi siang tepatnya jam 11.00 wib. Saya masuk ke sebuah Bank di dramaga
Bogor. Saya disapa ramah oleh pak Satpam. Kemudian, saya diberikan form dan
no antrian. No antrian yang dilaminating kertas berwarna kuning, tetulis
rapi hasil printing, font times new roman *118*. Setelah saya mengisi no rek
adik saya yang di Aceh, kemudian sambil menunggu giliran, saya mencari kursi
kosong yang disediakan buat nasabah.

Terdengar suara teller memanggil *”no antrian seratus tiga belas
(113)”.*Dalam hati saya, alhamdulillah tidak lama lagi. Panggilan
antrian pun terus
berlanjut. Hingga ke 116. Berdirilah seorang kakek, umurnya mungkin sudah
diatas 70. kulitnya sudah mengeriput. Rambutnya telah menunjukan perubahan
warna menjadi putih. Memakai baju kemeja putih, dan celana bahan cokelat.
Kepala nya tertutup kopiah hitam.

Pak Satpam menyapa *”Ada yang bisa saya bantu pak?”* sang kakek mengeluarkan
surat berukuran setengah A4, terlaminating, dari kejauhan saya dapat melihat
ada pas photo backround merah dan berkopiah hitam, serta baju putih, dalam
foto tersebut. *”saya mau ambil pensiunan”.*

Pak satpam kemudian bertanya kepada atasannya, apakah bisa melalui bank ini?
Karena kakek tersebut juga membawa buku nasabah atas nama beliau sendiri
pada bank itu. Kemudian buku tabungan beliau di cek oleh teller. Karena si
kakek mau tau berapa uang ditabungan beliau, sebab anaknya bilang sering
transfer (*tabung kata kakek*)  kerening kakek itu

*”Antrian seratus delapan belas (118)”* teller satunya lagi memanggil no
antrian saya. Saya menuju meja teller, menyerahkan form transfer yang telah
saya isi berserta dengan uangnya. Sekarang saya semakin dekat berdiri dengan
kakek, sehingga terdengar pembicaraan teller dengan kakek.

*”Bapak mohon maaf, uang ditabungan bapak tinggal (… *tidak terdengar
suara siteller*) (saya tidak tau berapa persisnya, yang pasti tidak ada yang
bisa diambil). *Sikakek bilang* ”Anak saya bilang dia sering nabung ke no
rekening saya”*. Teller kemudian menjelaskan *”Bapak, anak bapak bukannya
menabung, tapi malah melakukan penarikan lewat ATM”. *Teller kembali
melanjutkan *”ini tanda penarikan lewat ATM, 1 jt,1jt,500,50,75,700
…(sampai halaman terkhir) dan ini sisanya”.*

Sang kakek terdiam kaku, beliau sudah sangat tua. Berbicara saja
terengah-engah, suara nya sudah tak terdengar. Teller menanyakan lagi *”ATM
bapak siapa yang pegang?”* kakek menjawab *”Anak saya, dulu saya pernah
minta bantuan dia untuk mengambilkan uang satu juta”.* *”Anaknya dimana
sekarang?”* Kakek hanya diam, dan terus bernafas.

”Terima kasih bapak, uang nya telah terkirim, masih ada yang bisa dibantu”
Teller yang melayani transaksi saya, menyodorkan kertas warna kuning untuk
saya simpan. Saya pun meninggalkan Bank tersebut, sambil melihat kepada sang
kakek yang dipenuhi wajah kesedihan.

Sampai diluar, saya tidak langsung pulang, tapi duduk ditangga teras bank
tersebut, membuka Netbook untuk cari tau info no telf travel perjalanan
Bogor – Bandung. Beberapa saat kemudian, sang kakek keluar dan duduk
ditangga juga, 2 meter dari kanan saya. Beliau sampil memasukkan surat-surat
dan KTP nya, dalam sebuah amplop. Kepala nya menunduk, melihat keatas, kiri
dan kanan.

Saya tinggalkan fokus dengan informasi di situs travel yang sedang saya
cari, Dan saya lakukan konekting dengan sang kakek, untuk merasakan dan
memahami apa yang beliau fikirkan. Saya langsung merasa (cepat konekting,
mungkin karena didalam sudah saya lakukan sebelumnya) *”Perasaan sedih hadir
dalam diri saya, mata saya berkaca-kaca, dan butiran bening mengaburi
pandangan saya. Selain itu yang muncul dalam diri saya, sebuah pertanyaan
mengapa seperti ini dan mengapa t.e.g.a”.*

Sang kakek kemudian berdiri dan melankah menuju keluar halaman bank. Dan
naik ankot menuju laladon / bubulak.

Ada kesedihan, haru, kasihan dan juga diselimuti marah dalam diri saya.
Kesedihan merasakan apa yang dirasakan oleh sang kakek. Kasihan, usia nya
yang sungguh sangat dan bukan lagi bisa dikatakan muda, uang yang mungkin
bisa beliau nikmati dimasa tua habis.

Sementara kemarahan dalam diri, karena : Bagaimana bisa terjadi, bagaimana
bisa t.e.g.a seorang anak berperilaku kepada bapaknya seperti itu? Tapi saya
sadar, kemarahan kepada anak si kakek itu, tidak wajar saya marah kepadanya.
Karena, pasti ada hal  (informasi) yang belum lengkap saya dapatkan, untuk
segera saya sikapi demikian.

Saya duduk dan terdiam sejenak. Memory saya kembali kemasa saat-saat detik
terakhir bersama keluarga sebelum tsunami. Setelah itu saya melakukan
perenungan, bahkan muncul pertanyaan dalam diri, bagaimana dengan
kehidupanku saat aku tua seperti beliau kelak? Ada pelajaran dan hikmah yang
tersirat dalam diri. Sebuah pesan singkat, bertebaran berupa suara *”Jadilah
orang baik”.*

Shahabat, mari kita kirimkan doa untuk si kakek, mudah-mudahan masalah yang
sedang beliau alami saat ini, segera terbuka pintu penyelesaiannya. Semoga
Allah mengangkat derajat, keimanan, ketaqwaan, terampuni dosa, dan diterima
amal ibadah beliau, juga kita.. Amin ya Rabbal’alamin.

Tanda Sebelum Hari Kematian

Ditulis Mei 21, 2010 oleh dillacandra
Kategori: Aneh

Tags: , ,

Walaupun secara medis kematian dapat dideteksi beberapa bulan, beberapa minggu, bahkan beberapa hari sebelumnya, misteri kematian tetaplah menjadi rahasia Sang Maha Pencipta.

Boleh percaya boleh tidak, disadari atau tidak disadari, konon lonceng kematian itu sudah dapat ditandai 100 hari sebelumnya. Biasanya orang yang akan meninggal seringkali melakukan hal-hal yang tidak biasa dan ini baru diketahui atau bisa dirangkai-rangkai ketika yang bersangkutan telah benar-benar meninggal yang dikenal sebagai firasat kematian. Di bawah ini adalah tanda-tanda fisik.

100 HARI SEBELUM HARI KEMATIAN

Tanda ini terjadi setelah jam 3 sore ditandai seluruh tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan menggigil. Bagi mereka yang tahu tanda ini dan menyadari akan kematian, dan dapat memahaminya sebagai ajal, maka getaran ini akan hilang dengan sendirinya. Sedangkan bagi mereka yang tidak memperhatikannya, tanda ini akan lenyap tanpa memberikan manfaat.

Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini maka ini merupakan hal terbaik untuk memanfaatkan waktu tersisa dengan mempersiapkan diri dengan amal dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

TANDA 40 HARI SEBELUM HARI KEMATIAN

Tanda ini juga terjadi sekitar sore hari, bagian pusar kita akan berdenyut-denyut. Pada waktu itu daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pohon yang letaknya di atas.

Malaikat maut akan memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika.

TANDA 7 HARI SEBELUM HARI KEMATIAN

Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesakitan di mana orang sakit yang tidak makan secara tiba-tiba berselera untuk makan.

TANDA 3 HARI SEBELUM HARI KEMATIAN

Pada waktu itu akan terasa denyutan dibagian tangah dahi kita di antara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat dipahami maka berpuasalah ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. Saat itu juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan berlahan-lahan jatuh dan hal ini kelihatan bila dilihat dari samping. Telinganya akan layu dimana bagian ujungnya akan berangsur-angsur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.

TANDA 1 HARI SEBELUM KEMATIAN

Pada siang menjelang sore akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang yaitu di atas ubun-ubun.

TANDA AKHIR KEMATIAN

Akan terasa di mana kita akan merasa dingin di bagian pusar yang akan merambah ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bagian punggung. Ketika inilah kita menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita.

Dengan ingat kepada tanda sebelum hari kematian maka kita akan sadar dan memanfaatkan sisa waktu kita gunakan untuk beribadah, amal dan menjauhkan kita dari hal-hal maksiat. Semoga kita sadar. Amin.

Kisah Pilu Dibalik Para Pemenang AFI (Akademi Fantasi Indosiar)

Ditulis Mei 12, 2010 oleh dillacandra
Kategori: Ada2 aja

Tags: , ,

Subject: kisah nyta di dunia glamor Jakarta
Kisah nyata di dunia glamor Jakarta
( diadop dari milis tetangga)

Dua hari yang lalu gw ketemu dengan salah seorang AFI (Akademi Fantasi
Indosiar). Selain lepas kangen (he..he) gw juga dapat cerita seru dari
kehidupan mereka. Di balik image mereka yang gemerlap saat manggung atau
ketika nongol di teve, kehidupan artis AFI sangat memprihatinkan.
Banyak di antara mereka yang hidup terlilit utang ratusan juta rupiah.
Pasalnya, orang tua mereka ngutang ke sana-sini buat menggenjot sms
putera-puteri mereka. Bisa dipastikan tidak ada satu pun kemenangan AFI
itu yang berasal dari pilihan publik. Kemenangan mereka ditentukan
seberapa besar orang tua mereka anggup menghabiskan uang untuk sms.
Orang tua Alfin dan Bojes abis 1 M. Namun mereka orang kaya, biarin aja.

Yang kasian mah, yang kaga punya duit. Fibri (AFI 005) yang
tereliminasi di minggu-minggu awal kini punya utang 250 juta. Dia
sekarang hidup di sebuah kos sederhana di depan Indosiar. Kosnya emang
sedikit mahal RP 500..000. Namun itu dipilih karena pertimbangan hemat
ongkos transportasi. Kos itu sederhana (masih bagusan kos gw gitu loh),
bahkan kamar mandi pun di luar. Makannya sekali sehari. Makan dua kali
sehari sudah mewah buat Fibri. Kaga ada dugem dan kehidupan glamor, lha
makan aja susah.

Ada banyak yang seperti Fibri. Sebut saja intan, Nana, Yuke, Eki, dll.

Mereka teikat kontrak ekslusif dengan manajemen Indosiar. Jadi, kaga
bisa cari job di luar Indosiar. Bayaran di Indonesiar sangat kecil. Lagian
pembagian job manggung sangat tidak adil. Beberapa artis AFI seperti
Jovita dan Pasya kebanjiran job, sementara yang lain kaga dapat/jarang
dapat job. Maklum artisnya sudah kebanyakan. Makanya buat makan aja mereka
susah. Temen gw malah sering dijadiin tempat buat minjem duit. Minjemnya
bahkan cuma Rp 100.000. Buat makan gitu loh. Mereka ga berani minjem
banyak karena takut ga bisa bayar.

Ini benar-benar proyek yang tidak manusiawi. Para orang tua dan anak
Indonesia dijanjikan ketenaran dan kekayaan lewat sebuah ajang adu
bakat di televisi. Mereka dikontrak ekslusif selama dua tahun oleh
Indosiar. Namun tidak ada jaminan hidup sama sekali. Mereka hanya
dibayar kalo ada manggung. Itu pun kecil sekali, dan tidak menentu.
Buruh pabrik yang gajinya Rp 900.000 jauh lebih sejahtera daripada
mereka.

Nah acara ini dan acara sejenis masih banyak, Pildacil juga begitu.
Kasian orang tua dan anak yang rela antre berjam-jam untuk sebuah penipuan
seperti ini. Seorang anak pernah menangis tersedu-sedu saat tidak lolos
dalam audisi AFI. Padahal dia beruntung. Kalau dia sampai masuk, bisa
dibayangkan betapa dia akan membuat orang tuanya punya utang yang melilit
pinggang, yang tidak akan terbayar sampai kontraknya habis.

JUDI SMS MENGGILAAAA ……

Tiap stasiun televisi di Indonesia mempunyai acara kontes-kontesan.
Tengok saja misalnya AFI, Indonesian Idol, Penghuni Terakhir, KDI,
Putri Cantrik, dsb. Sejatinya, tujuan dari acara ini bukan mencari
bibit penyanyi terbaik. Acara ini hanya sebagai kedok. Bisnis sebenarnya
adalah SMS premium…

Bisnis ini sangat menggiurkan, lagi pula aman dari jeratan hukum —
setidaknya sampai saat ini. Mari kita hitung. Satu kali kirim SMS
iayanya –anggaplah- – Rp 2000. Uang dua ribu rupiah ini sekitar 60%
untuk penyelenggara SMS Center (Satelindo, Telkomsel, dsb). Sisanya
yang 40% untuk “bandar” (penyelenggara) SMS. Siapa saja bisa jadi
bandar, asal punya modal untuk sewa server yang terhubung ke Internet
nonstop 24 jam per hari dan membuat program aplikasinya. Jika dari satu
SMS ini “bandar” mendapat 40% (artinya sekitar Rp 800), maka jika yang
mengirimkan sebanyak 5% saja dari total penduduk Indonesia (Coba anda
hitung, dari 100 orang kawan anda, berapa yang punya handphone? Saya yakin
lebih dari 40%), maka bandar ini bisa meraup uang sebanyak Rp
80.000.000.000 (baca: Delapan puluh milyar rupiah). Jika hadiah yang
diiming-imingkan adalah ? rumah senilai 1 milyar, itu artinya bandar hanya
perlu menyisihkan 1,25% dari keuntungan yang diraupnya sebagai “biaya
promosi”! Dan ingat, satu orang biasanya tidak mengirimkan SMS hanya
sekali. Masyarakat diminta mengirimkan SMS sebanyak-banyaknya agar
jagoannya tidak tersisih, dan “siapa tahu” mendapat hadiah. Kata “siapa
tahu” adalah untung-untungan, yang mempertaruhkan pulsa handphone. Pulsa
ini dibeli pakai uang. Artinya : Kuis SMS adalah 100% judi.

Begitu menggiurkannya bisnis ini, sampai-sampai Nutrisari membuat
iklan yang saya pikir menyesatkan. Pemirsa televisi diminta menebak,
“buka” atau “sahur”, lalu jawabannya dikirim via SMS. Ada embel-embel
gratis. Ada kata, “dapatkan handphone… ” Saya bilang ini menyesatkan,
karena pemirsa televisi bisa menyangka : “Dengan mengirimkan SMS ke nomor
sekian yang gratis (toll free), saya bisa mendapat handphone gratis”.

Kondisi ini sudah sangat menyedihkan. Bahkan sangat gawat. Lebih parah
daripada zaman Porkas atau SDSB. Jika dulu, orang untuk bisa berjudi harus
mendatangi agen, jika dulu zaman jahiliyah orang berjudi dengan anak
panah, sekarang orang bisa berjudi, hanya dengan beberapa ketukan jari di
pesawat handphone!

Tolong bantu sebarkan kampanye anti judi SMS ini.
Tanpa bantuan anda, kampanye ini akan meredup dan sia-sia belaka.

3 Pertanyaan Yang Tidak Bisa Dibuktikan Oleh Profesor

Ditulis Mei 12, 2010 oleh dillacandra
Kategori: unik

Tags:

Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri, kembali ke tanah air.
Sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang
guru agama, kiyai atau siapa saja yang bisa menjawab 3 pertanyaannya.
Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut, seorang kiyai.

Pemuda : Anda siapa Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanya an saya?
Kyai : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab
pertanyaan anda.

Pemuda : Anda yakin? Sedangkan Profesor dan ramai orang yang pintar
tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
Kiyai : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.

Pemuda : Saya ada 3 pertanyaan:
(1). Kalau memang Tuhan itu ada,tunjukan wujud Tuhan kepada saya
(2). Apakah yang dinamakan takdir
(3). Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang
dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syaitan. Sebab mereka
memiliki unsur yang sama.
Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?

Tiba-tiba kyai tersebut menampar pipi pemuda tadi dengan keras.

Pemuda : (sambil menahan sakit) Kenapa ? anda marah kepada saya?
Kyai : Saya tidak marah…Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3
pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.

Pemuda : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.
Kyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?

Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit.
Kyai : Jadi anda percaya bahawa sakit itu ada?

Pemuda : Ya!
Kyai : Tunjukan pada saya wujud sakit itu!

Pemuda : Saya tidak bisa.
Kyai : Itulah jawaban pertanyaan pertama…kita semua merasakan
kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.

Kyai : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
Pemuda : Tidak.

Kyai : Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima tamparan dari
saya hari ini?
Pemuda : Tidak.
Kyai : Itulah yang dinamakan takdir.

Kyai : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?
Pemuda : Kulit.

Kyai : Terbuat dari apa pipi anda?
Pemuda : Kulit.

Kyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : Sakit.

Kyai : Walaupun syaitan dijadikan dari api dan neraka juga terbuat dari
api, jika Tuhan menghendaki maka neraka akan menjadi tempat yang
menyakitkan untuk syaitan.

Sekarang anda mempunyai dua pilihan:
(1). Biarkan E-mail ini tetap dalam mailbox anda (..dan kena pula tamparan
dari ‘u know who’)
(2). Forward E-mail ini kepada orang yang anda kasihi dan Insya Allah
keredhaan Allah akan dianugerahkan kepada setiap orang yang anda kirimi.

Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata’ala kepada
Seluruh manusia yang akan bertambah bila diamalkan, salah satu
pengamalannya Adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang
membutuhkan. Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah
Subhanahu wata’ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap,
beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk,
amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.
Amin ….
Wasalam

Bocah Misterius!!!!

Ditulis Mei 7, 2010 oleh dillacandra
Kategori: Aneh

Tags: , , , ,

Bocah itu menjadi pembicaraan dikampung Ketapang.

Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir keliling kampung.

Ia menggoda anak-anak sebayanya, menggoda anak-anak remaja diatasnya, dan
bahkan orang-orang tua. Hal ini bagi orang kampung sungguh menyebalkan.
Yah, bagaimana tidak menyebalkan, anak itu menggoda dengan berjalan kesana
kemari sambil tangan kanannya
memegang roti isi daging yang tampak coklat menyala. Sementara tangan
kirinya memegang es kelapa, lengkap dengan tetesan air dan butiran-butiran
es yang melekat diplastik es tersebut.
Pemandangan tersebut menjadi hal biasa bila orang-orang kampung melihatnya
bukan pada bulan puasa! Tapi ini justru terjadi ditengah hari pada bulan
puasa! Bulan ketika banyak orang sedang menahan lapar dan haus. Es kelapa
dan roti isi daging tentu saja
menggoda orang yang melihatnya.

Pemandangan itu semakin bertambah tidak biasa, karena kebetulan selama
tiga hari semenjak bocah itu ada, matahari dikampung itu lebih terik dari
biasanya.

Luqman mendapat laporan dari orang-orang kampung mengenai bocah itu.
Mereka tidak berani melarang bocah kecil itu menyodor-nyodorkan dan
memperagakan bagaimana dengan nikmatnya ia mencicipi es kelapa dan roti
isi daging tersebut.
Pernah ada yang melarangnya, tapi orang itu kemudian dibuat mundur
ketakutan sekaligus keheranan. Setiap dilarang, bocah itu akan mendengus
dan matanya akan memberikan kilatan yang menyeramkan. Membuat mundur semua
orang yang akan melarangnya.

************ ********* **

Luqman memutuskan akan menunggu kehadiran bocah itu. Kata orang kampung,
belakangan ini, setiap bakda zuhur, anak itu akan muncul secara misterius.
Bocah itu akan muncul dengan pakaian lusuh yang sama dengan hari-hari
kemarin dan akan muncul pula dengan es kelapa dan roti isi daging yang
sama juga!

Tidak lama Luqman menunggu, bocah itu datang lagi. Benar, ia menari-nari
dengan menyeruput es kelapa itu. Tingkah bocah itu jelas membuat orang
lain menelan ludah, tanda ingin meminum es itu juga.
Luqman pun lalu menegurnya. Cuma,ya itu tadi,bukannya takut, bocah itu
malah mendelik hebat dan melotot, seakan-akan matanya akan keluar Luqman.

“Bismillah.. .” ucap Luqman dengan kembali mencengkeram lengan bocah itu.
Ia kuatkan mentalnya. Ia berpikir,kalau memang bocah itu bocah
jadi-jadian, ia akan korek keterangan apa maksud semua ini.
Kalau memang bocah itu “bocah beneran” pun, ia juga akan cari keterangan,
siapa dan dari mana sesungguhnya bocah itu.

Mendengar ucapan bismillah itu, bocah tadi mendadak menuruti tarikan
tangan Luqman. Luqman pun menyentak tanggannya, menyeret dengan halus
bocah itu, dan membawanya ke rumah. Gerakan Luqman diikuti dengan tatapan
penuh tanda tanya dari orang-orang yang
melihatnya.

“Ada apa Tuan melarang saya meminum es kelapa dan menyantap roti isi
daging ini? Bukankah ini kepunyaan saya?” tanya bocah itu sesampainya di
rumah Luqman, seakan-akan tahu bahwa Luqman akan bertanya tentang
kelakuannya. Matanya masih lekat menatap tajam pada Luqman.
“Maaf ya, itu karena kamu melakukannya dibulan puasa,” jawab Luqman dengan
halus,”apalagi kamu tahu, bukankah seharusnya kamu juga berpuasa? Kamu
bukannya ikut menahan lapar dan haus, tapi malah menggoda orang dengan
tingkahmu itu..”

Sebenarnya Luqman masih akan mengeluarkan uneg-unegnya, mengomeli anak
itu. Tapi mendadak bocah itu berdiri sebelum Luqman selesai. Ia menatap
Luqman lebih tajam lagi.
“Itu kan yang kalian lakukan juga kepada kami semua! Bukankah kalian yang
lebih sering melakukan hal ini ketimbang saya..?! Kalian selalu
mempertontonkan kemewahan ketika kami hidup dibawah garis kemiskinan pada
sebelas bulan diluar bulan puasa?

Bukankah kalian yang lebih sering melupakan kami yang kelaparan, dengan
menimbun harta sebanyak-banyaknya dan melupakan kami?

Bukankah kalian juga yang selalu tertawa dan melupakan kami yang sedang
menangis?

Bukankah kalian yang selalu berobat mahal bila sedikit saja sakit
menyerang, sementara kalian mendiamkan kami yang mengeluh kesakitan hingga
kematian menjemput ajal..?!

Bukankah juga di bulan puasa ini hanya pergeseran waktu saja bagi kalian
untuk menahan lapar dan haus?
Ketika bedug maghrib bertalu, ketika azan maghrib terdengar, kalian
kembali pada kerakusan kalian..!?”

Bocah itu terus saja berbicara tanpa memberi kesempatan pada Luqman untuk
menyela.
Tiba-tiba suara bocah itu berubah. Kalau tadinya ia berkata begitu tegas
dan terdengar “sangat” menusuk, kini ia bersuara lirih, mengiba.
“Ketahuilah Tuan.., kami ini berpuasa tanpa ujung, kami senantiasa
berpuasa meski bukan waktunya bulan puasa, lantaran memang tak ada makanan
yang bisa kami makan. Sementara Tuan hanya berpuasa sepanjang siang saja.

Dan ketahuilah juga, justru Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan lah
yang menyakiti perasaan kami dengan berpakaian yang luar biasa mewahnya,
lalu kalian sebut itu menyambut Ramadhan dan ‘Idul Fithri?

Bukankah kalian juga yang selalu berlebihan dalam mempersiapkan makanan
yang luar biasa bervariasi banyaknya, segala rupa ada, lantas kalian
menyebutnya dengan istilah menyambut Ramadhan dan ‘Idul Fithri?

Tuan.., sebelas bulan kalian semua tertawa di saat kami menangis, bahkan
pada bulan Ramadhan pun hanya ada kepedulian yang seadanya pula.

Tuan.., kalianlah yang melupakan kami, kalianlah yang menggoda kami, dua
belas bulan tanpa terkecuali termasuk di bulan ramadhan ini. Apa yang
telah saya lakukan adalah yang kalian lakukan juga terhadap
orang-orang kecil seperti kami…!

Tuan.., sadarkah Tuan akan ketidak abadian harta?
Lalu kenapakah kalian masih saja mendekap harta secara berlebih?

Tuan.., sadarkah apa yang terjadi bila Tuan dan orang-orang sekeliling
Tuan tertawa sepanjang masa dan melupakan kami yang semestinya diingat?
Bahkan, berlebihannya Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan bukan hanya
pada penggunaan harta, tapi juga pada dosa dan maksiat.. Tahukah Tuan akan
adanya azab Tuhan yang akan menimpa?

Tuan.., jangan merasa aman lantaran kaki masih menginjak bumi. Tuan…,
jangan merasa perut kan tetap kenyang lantaran masih tersimpan pangan ‘tuk
setahun,
jangan pernah merasa matahari tidak akan pernah menyatu dengan bumi kelak…”

************ ********* *

Wuahh…, entahlah apa yang ada di kepala dan hati Luqman. Kalimat demi
kalimat meluncur deras dari mulut bocah kecil itu tanpa bisa dihentikan.
Dan hebatnya, semua yang disampaikan bocah tersebut adalah benar adanya!
Hal ini menambah keyakinan Luqman, bahwa bocah ini bukanlah bocah
sembarangan.

Setelah berkata pedas dan tajam seperti itu, bocah itu pergi begitu saja
meninggalkan Luqman yang dibuatnya terbengong-bengong.
Di kejauhan, Luqman melihat bocah itu menghilang bak ditelan bumi.
Begitu sadar, Luqman berlari mengejar ke luar rumah hingga ke tepian jalan
raya kampung Ketapang. Ia edarkan pandangan ke seluruh sudut yang bisa
dilihatnya, tapi ia tidak menemukan bocah itu.
Ditengah deru nafasnya yang memburu, ia tanya semua orang di ujung jalan,
tapi semuanya menggeleng bingung. Bahkan, orang-orang yang menunggu
penasaran didepan rumahnya pun mengaku tidak melihat bocah itu keluar dari
rumah Luqman!
Bocah itu benar-benar misterius! Dan sekarang ia malah menghilang!

Luqman tidak mau main-main. Segera ia putar langkah, balik ke rumah. Ia
ambil sajadah, sujud dan bersyukur. Meski peristiwa tadi irrasional, tidak
masuk akal, tapi ia mau meyakini bagian yang masuk akal saja. Bahwa memang
betul adanya apa yang dikatakan bocah misterius tadi. Bocah tadi
memberikan pelajaran yang berharga, betapa kita sering melupakan orang
yang seharusnya kita ingat. Yaitu mereka yang
tidak berpakaian, mereka yang kelaparan, dan mereka yang tidak memiliki
penghidupan yang layak.

Bocah tadi juga memberikan Luqman pelajaran bahwa seharusnya mereka yang
sedang berada diatas, yang sedang mendapatkan karunia Allah, jangan
sekali-kali menggoda orang kecil, orang bawah, dengan berjalan
membusungkan dada dan mempertontonkan kemewahan yang berlebihan.
Marilah berpikir tentang dampak sosial yang akan terjadi bila kita terus
menjejali tontonan kemewahan, sementara yang melihatnya sedang membungkuk
menahan lapar.

Luqman berterima kasih kepada Allah yang telah memberikannya hikmah yang
luar biasa. Luqman tidak mau menjadi bagian yang Allah sebut mati mata
hatinya. Sekarang yang ada dipikirannya sekarang , entah mau dipercaya
orang atau tidak, ia akan mengabarkan kejadian yang dialaminya bersama
bocah itu sekaligus menjelaskan hikmah kehadiran bocah tadi kepada semua
orang yang dikenalnya, kepada sebanyak-banyaknya orang.
Kejadian bersama bocah tadi begitu berharga bagi siapa saja yang
menghendaki bercahayanya hati.

Pertemuan itu menjadi pertemuan yang terakhir. Sejak itu Luqman tidak
pernah lagi melihatnya, selama-lamanya. Luqman rindu kalimat-kalimat pedas
dan tudingan-tudingan yang memang betul adanya.
Luqman rindu akan kehadiran anak itu agar ada seseorang yang berani
menunjuk hidungnya ketika ia salah.

Mendapatkan Tenaga Dalam

Ditulis April 22, 2010 oleh dillacandra
Kategori: Tips & Trick

Tags: , ,

Yang akan kita lakukan yaitu olah seni pernafasan, di mana nanti akan menghasilkan energi yang murni 100 % dari tubuh kita sendiri tanpa bantuan dari ghaib (kodam / jimat)

energi yang akan kita bangkitkan berasal dari titik tubuh kita yang berada sekitar 3-4 jari di atas dari kelamin. ada yang bilang tantien, solar flexus dll

untuk dapat mengaktifkan energi tersebut butuh latihan yang kontinyu dan tidak cepat putus asa, apa lagi bagi mereka yang pemula.

pada setiap individu mungkin hasilnya akan berbeda dan juga sensasinya yang akan dirasakan juga akan berbeda

yuk kita mulai latihan aja…..

1. cari tempat yang tenang dan nyaman, terserah mau dimana saja.

2. Berdoa kepada Tuhan YME tuk perlindungan dari hal2 yg negatif

3.duduk bersila dengan tulang punggung tegak lurus dengan kepala, tangan dikepal dan ibu jari digemgam dengan posisi punggung tangan menghadap keatas dan tangan diletakkan di atas lutut.

4. Mulai persiapan pernafasan, hirup nafas melalui hidung perlahan dan buang nafas melalui mulut dengan perlahan seperti kita meniup sedotan. ulangi sampai 3 x

5. Tarik nafas perlahan melalui hidung sampai 9 hitungan,

6. Kemudian alihkan nafas dan tekan ke dalam solar plexus sehingga solar plexus menjadi lebih keras dan kencang, tahan nafas serta pertahankan solar plexus yang keras dan kencang hingga 9 hitungan.
Cat: jgn alihkan nafas ke perut yang menyebabkan perut membesar, tetapi alihkan pada bagian bawah perut.

7. Lalu buang nafas perlahan melalui mulut sampai 9 hitungan. bila dilihat pernafasan secara keseluruhan / 1 siklus seperti segitiga sama sisi, 9 hitungan menarik nafas 9 hitungan tahan nafas dan 9 hitungan hembuskan nafas

8. ulangi pernafasan sampai 9 kali siklus pernafasan.

Cat:
untuk mengetahui apakah pernafasan kita benar atau salah yaitu dengan menekan solar plexus saat kita menahan nafas di solar plexus, yaitu dinding perut solar plexus akan kencang dan lemas pada saat menghembus nafas atau menarik nafas.